Ditulis Oleh: Yulita Saumsinar, Project Manager AI Upskilling Program RSA
AI Telah Menjadi Bagian dari Alur Kerja Saya Setiap Hari
Anggit Dani, Professional Operasional Outbound Logistics & E-commerce Fulfillment
Bekerja di bidang operasional berarti harus bergerak cepat tanpa mengorbankan ketelitian. Setiap hari, Anggit Dani menyusun laporan, membuat notulen rapat, memperbarui SOP, menulis email profesional, hingga menganalisis data untuk mendukung pengambilan keputusan.
Rutinitas tersebut dulu memakan waktu cukup banyak. Namun setelah mengikuti AI Upskilling Program, cara Anggit bekerja berubah.
Kini, AI menjadi bagian dari alur kerjanya setiap hari dan membantunya memangkas waktu penyusunan laporan hingga sekitar 50–70%, berdasarkan perkiraannya sendiri. Baginya, AI bukan sekadar alat untuk bekerja lebih cepat, tetapi juga cara untuk bekerja lebih cerdas.
Mengapa Anggit Memutuskan Belajar AI?
Sebagai profesional yang menangani outbound logistics dan pemenuhan pesanan e-commerce, Anggit bekerja di lingkungan yang dinamis. Selain memastikan operasional berjalan lancar, ia juga bertanggung jawab menyusun berbagai dokumen, menganalisis data, dan menjaga koordinasi antar tim.
Sebelum mengikuti pelatihan, Anggit sudah mengenal AI, tetapi belum memahami bagaimana memanfaatkannya secara optimal dalam pekerjaan sehari-hari.
Ia ingin belajar menggunakan AI bukan hanya untuk menghasilkan jawaban, tetapi untuk membantu menyelesaikan pekerjaan dengan lebih efektif. Keinginan itulah yang membawanya mengikuti AI Upskilling Program.
Apa yang Dipelajari Anggit dari AI Upskilling Program?
Bagi Anggit, pengalaman mengikuti pelatihan terasa praktis sejak awal. Materi yang diberikan mudah dipahami dan langsung dapat diterapkan di tempat kerja.
Ia belajar memanfaatkan AI untuk menyusun dokumen, merangkum informasi, memperbaiki komunikasi profesional, hingga membantu membaca dan mengolah data.
“Pengalaman saya mengikuti program pelatihan AI sangat positif. Saya mendapat banyak wawasan baru. Program ini praktis, mudah dipahami, dan langsung bisa diterapkan dalam pekerjaan.”
Melalui program ini, Anggit mulai melihat AI bukan sebagai teknologi yang rumit, melainkan sebagai partner kerja yang dapat membantu menyelesaikan berbagai tugas dengan lebih efisien.
Bagaimana AI Membantu Pekerjaan Operasional Anggit?
Setelah menyelesaikan pelatihan, AI menjadi bagian dari rutinitas kerjanya. Ia memanfaatkan AI untuk:
- Menyusun laporan operasional
- Membuat notulen rapat dan merangkum hasil diskusi
- Menulis email yang lebih profesional
- Menyusun SOP dengan struktur yang lebih jelas
- Mencari ide untuk meningkatkan proses kerja
- Membantu analisis data sebagai dasar pengambilan keputusan
Alih-alih menggantikan pekerjaannya, AI membantu mempercepat proses awal. Anggit jadi punya lebih banyak waktu untuk fokus pada analisis, koordinasi tim, dan penyelesaian masalah.
Seberapa Besar Dampaknya terhadap Produktivitas?
Perubahan paling terasa terjadi pada proses penyusunan laporan dan dokumentasi.
Menurut perkiraan Anggit, waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan laporan berkurang sekitar 50–70% setelah menggunakan AI. Jika sebelumnya satu laporan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua jam, kini pekerjaan yang sama dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit.
Efisiensi tersebut memberinya ruang untuk mengerjakan pekerjaan yang memiliki nilai lebih besar bagi tim dan organisasi — mulai dari meningkatkan proses operasional hingga mendukung pengembangan tim.
AI Mempercepat Pekerjaan, Bukan Menggantikan Keputusan
Walaupun AI kini digunakan hampir setiap hari, Anggit tetap percaya bahwa teknologi tidak dapat menggantikan penilaian manusia.
AI sangat membantu dalam menyusun draft awal, merangkum informasi, atau memberikan alternatif solusi. Namun setiap hasil tetap perlu diperiksa, disesuaikan dengan konteks pekerjaan, dan divalidasi sebelum digunakan.
Pendekatan tersebut membuat AI benar-benar menjadi alat bantu yang meningkatkan produktivitas tanpa mengurangi kualitas maupun tanggung jawab profesional.
Mengapa Kisah Anggit Relevan bagi Banyak Profesional?
Banyak pekerja menghadapi tantangan yang sama seperti Anggit. Laporan, notulen rapat, SOP, dan email sering kali menghabiskan sebagian besar waktu kerja, sehingga kesempatan untuk fokus pada pekerjaan strategis menjadi terbatas.
Pengalaman Anggit menunjukkan bahwa AI tidak harus digunakan untuk pekerjaan yang rumit. Memulai dari tugas-tugas sederhana justru dapat memberikan dampak yang langsung terasa.
Dengan pemahaman yang tepat, AI dapat membantu siapa pun bekerja lebih cepat tanpa mengurangi kualitas hasil. Yang terpenting, AI tetap membutuhkan arahan, konteks, dan penilaian manusia agar hasil yang diberikan benar-benar relevan.
Kesimpulan
Bagi Anggit, manfaat terbesar AI bukan hanya menghemat waktu, tetapi juga mengubah cara ia bekerja.
Melalui AI Upskilling Program, AI kini menjadi bagian dari alur kerjanya setiap hari — mulai dari menyusun laporan, membuat notulen, menulis email, menyusun SOP, hingga membantu analisis operasional.
Kisah Anggit membuktikan bahwa AI bukan pengganti manusia. Dengan pemahaman yang tepat, AI dapat menjadi partner yang membantu kita bekerja lebih cepat, lebih produktif, dan memberikan dampak yang lebih besar di tempat kerja.
Ingin mulai menggunakan AI dalam pekerjaan sehari-hari seperti Anggit? Ikuti AI Upskilling Program by Remote Skills Academy dan pelajari cara memanfaatkan AI secara praktis untuk meningkatkan produktivitas kerja.