Sekarang, interview online sudah menjadi bagian yang cukup umum dalam proses rekrutmen. Kamu bisa mengikuti interview dari rumah, coworking space, atau tempat lain selama punya koneksi internet yang baik.
Kelihatannya lebih santai karena tidak perlu datang ke kantor, ya?
Tapi sebenarnya, remote/online interview juga punya tantangannya sendiri. Karena interviewer hanya melihatmu lewat layar, hal-hal kecil seperti cara berkomunikasi, kesiapan teknis, dan lingkungan sekitar bisa memengaruhi pengalaman interview.
Lalu, apa saja yang perlu dipersiapkan?

1. Pahami Role yang Kamu Lamar
Sebelum interview, coba baca lagi job description-nya.
Cari tahu:
- Apa yang sebenarnya dicari oleh perusahaan?
- Skill apa yang paling dibutuhkan?
- Pengalaman apa yang kamu punya dan paling relevan?
Jangan hanya menghafalkan jawaban. Siapkan beberapa cerita dari pengalamanmu yang bisa menunjukkan skill tersebut.
Misalnya, daripada hanya mengatakan “Saya punya kemampuan problem solving,” ceritakan satu situasi ketika kamu menghadapi masalah, apa yang kamu lakukan, dan bagaimana hasilnya.
Pengalaman nyata akan membuat jawabanmu terasa lebih kuat dan personal.
2. Pastikan Teknologinya Siap
Tidak ada yang lebih bikin panik daripada interview sudah dimulai, tapi microphone tiba-tiba tidak berfungsi. 😅
Sebelum interview, pastikan kamu sudah mengecek:
- Koneksi internet
- Kamera
- Microphone
- Headset atau earphone
- Laptop dan charger
- Link serta platform interview
Kalau memungkinkan, lakukan test call terlebih dahulu. Jadi kalau ada masalah, kamu masih punya waktu untuk memperbaikinya.
3. Siapkan Tempat Interview yang Nyaman
Kamu tidak perlu punya home office yang terlihat seperti studio profesional.
Yang penting, pilih tempat yang cukup tenang, pencahayaannya baik, dan background-nya tidak terlalu ramai.
Coba juga posisikan kamera sejajar dengan mata. Dengan begitu, kamu akan terlihat lebih natural dan nyaman saat berbicara.
Hal sederhana seperti ini bisa membantu interviewer lebih fokus pada percakapan, bukan pada hal-hal di belakangmu.
4. Siapkan Cerita, Bukan Script
Mungkin kamu pernah mencoba menyiapkan jawaban untuk semua kemungkinan pertanyaan interview.
Tidak ada salahnya, tapi jangan sampai kamu menghafalkan semuanya kata per kata.
Lebih baik siapkan beberapa cerita yang menunjukkan bagaimana kamu bekerja.
Misalnya:
Problem solving:
Pernah menghadapi masalah yang cukup sulit? Bagaimana kamu menyelesaikannya?
Collaboration:
Pernah bekerja dengan orang lain untuk mencapai sebuah goal?
Learning:
Pernah harus mempelajari sesuatu yang sebelumnya belum kamu kuasai?
Ownership:
Pernah mengambil inisiatif tanpa harus menunggu diminta?
Kamu tidak perlu menghafalkan seluruh ceritanya. Cukup ingat poin pentingnya dan ceritakan dengan bahasamu sendiri.
5. Jangan Lupa: Kamera Adalah Bagian dari Komunikasi antara Kamu & Klien
Saat interview langsung, eye contact biasanya terjadi secara natural. Dalam remote interview, kamu perlu sedikit lebih memperhatikannya.
Sesekali lihat ke kamera ketika sedang berbicara, terutama saat menyampaikan poin penting.
Kamu juga bisa menunjukkan bahwa kamu sedang mendengarkan melalui ekspresi wajah, anggukan, atau respons kecil lainnya.
Tidak perlu terus-menerus menatap kamera. Yang penting, kamu tetap terlihat engaged dan hadir dalam percakapan.
6. Siapkan Pertanyaan untuk Klien/Interviewer
Biasanya di akhir interview kamu akan ditanya:
“Ada pertanyaan untuk kami?”
Jangan buru-buru menjawab, “Tidak ada.” 😄
Gunakan kesempatan ini untuk mengenal role dan team lebih jauh.
Misalnya:
“Seperti apa ekspektasi untuk posisi ini dalam tiga bulan pertama?”
“Bagaimana biasanya team berkolaborasi secara remote?”
“Apa tantangan terbesar yang sedang dihadapi team saat ini?”
Pertanyaan yang baik juga bisa menunjukkan bahwa kamu tidak hanya tertarik mendapatkan pekerjaan, tetapi juga ingin memahami bagaimana kamu bisa berkontribusi.
7. Siapkan Backup Plan
Satu hal yang berbeda dari interview tatap muka: masalah teknis bisa muncul kapan saja.
Internet bisa tiba-tiba bermasalah, laptop bisa low battery, atau suasana sekitar bisa mendadak ramai.
Kamu memang tidak bisa mengontrol semuanya. Tapi kamu bisa mempersiapkan alternatif.
Misalnya, siapkan mobile hotspot, pastikan laptop sudah terisi penuh, dan simpan kontak interviewer jika sewaktu-waktu koneksi terputus.
Dengan begitu, kalau ada masalah, kamu tidak langsung panik.
Sebelum Klik “Join”
Luangkan satu menit untuk melakukan final check:
- Internet sudah aman
- Kamera dan microphone sudah dicek
- Background cukup rapi
- Sudah membaca kembali job description
- Sudah menyiapkan beberapa cerita dari pengalaman
- Sudah menyiapkan pertanyaan
- Sudah punya backup internet
Yang Paling Penting

Remote interview bukan tentang memiliki setup yang sempurna atau memberikan jawaban yang terdengar sempurna.
Yang lebih penting adalah datang dengan persiapan yang cukup, hadir dalam percakapan, dan tetap menjadi diri sendiri.
Gunakan layar sebagai media untuk menunjukkan pengalaman, cara berpikir, dan personality-mu.
Karena pada akhirnya, interviewer tidak hanya ingin tahu apa yang bisa kamu lakukan, tetapi juga ingin melihat bagaimana kamu bekerja dan apa yang bisa kamu kontribusikan kepada tim dan perusahaan.