Kamu bisa pindah ke remote work tanpa resign dengan rencana 90 hari yang dibagi tiga fase: 30 hari pertama untuk evaluasi dan memilih target, 30 hari kedua untuk belajar skill dan membuat portofolio, 30 hari terakhir untuk mengerjakan proyek nyata lalu menilai kesiapan. Kamu baru mengajukan resign setelah penghasilan awal, dana darurat, dan portofolio sudah ada.
Alasannya sederhana. Penghasilan dari kerja remote biasanya tidak langsung stabil. Artikel RSA Berapa Gaji Kerja Remote untuk Pemula? menyebut pendapatan umumnya baru naik setelah 3 sampai 12 bulan, ketika portofolio dan pengalaman sudah terbentuk. Kalau gajimu berhenti lebih dulu, masa 3 sampai 12 bulan itu harus dibiayai dari tabungan. Rencana 90 hari mengubah masa itu menjadi uji coba yang masih ditopang gaji.
Rencana ini tidak menjanjikan kamu akan resign dalam 90 hari. Tujuannya mengumpulkan bukti: apakah skill-mu laku, apakah jam kerjamu cukup, dan apakah penghasilanmu bergerak ke arah yang masuk akal. Di akhir fase ketiga kamu punya data untuk mengambil keputusan.
Kenapa transisi bertahap lebih aman daripada resign dulu?
Transisi bertahap lebih aman karena gaji tetap berjalan selama kamu menguji pasar, sehingga kesalahan memilih skill atau peran hanya menghabiskan waktu dan tidak menguras tabungan.
Ada tiga hal yang terjadi kalau kamu resign lebih dulu. Pertama, tekanan mencari klien muncul saat tabungan menipis, sehingga kamu cenderung menerima proyek berbayar rendah hanya demi arus kas. Kedua, kamu belum tahu peran mana yang cocok, padahal peran pertama sering berubah setelah dicoba. Ketiga, biaya yang selama ini ditanggung kantor, seperti iuran BPJS dan asuransi, mulai jadi tanggunganmu sendiri.
Sebelum mulai, baca perjanjian kerja atau peraturan perusahaanmu. Cari klausul tentang pekerjaan sampingan, konflik kepentingan, dan kerahasiaan data. Aturan ini berbeda di tiap perusahaan, jadi pastikan sendiri apa yang diizinkan. Kalau ada pasal yang tidak jelas, tanyakan ke HR atau konsultasikan ke ahli hukum ketenagakerjaan sebelum menerima klien pertama.
Fase 1 (hari 1 sampai 30): Bagaimana mengevaluasi tujuan, kondisi pekerjaan, dan alasan pindah?
Tulis satu kalimat tujuan, catat sisa waktu dan energi yang realistis, lalu cek apakah alasanmu pindah sudah jelas. Hasil fase ini berupa satu halaman catatan yang kamu pegang sampai hari ke-90.
Mulai dari kalimat tujuan. Tulis dengan format ini dan jangan menyebut nama tools atau kursus di dalamnya:
“Dalam 12 bulan, saya ingin bekerja remote sebagai ___ dengan penghasilan minimal ___ per bulan, karena ___.”
Larangan menyebut tools penting karena nama tools membuat kamu memilih kategori sebelum memahami tujuanmu. Kalimat seperti “saya ingin kerja remote supaya bisa mengurus anak di rumah” menunjuk ke kebutuhan jam fleksibel, sedangkan “saya ingin penghasilan dalam dolar” menunjuk ke klien luar negeri. Dua tujuan itu mengarah ke peran dan skill yang berbeda.
Lalu jawab empat pertanyaan berikut secara tertulis:
- Kondisi pekerjaan sekarang. Berapa jam kerjamu dalam seminggu, termasuk lembur dan perjalanan? Berapa jam yang benar-benar kosong untuk belajar? Sebagai patokan awal, banyak orang yang bekerja penuh waktu mulai dari 5 sampai 8 jam per minggu, dan angka ini merupakan saran praktis tanpa standar baku.
- Alasan pindah. Apakah yang ingin kamu ubah lokasi kerja, jam kerja, penghasilan, jenis tugas, atau semuanya? Alasan yang jelas menentukan peran yang dituju.
- Aturan di kantor. Apa kata kontrak soal pekerjaan sampingan dan kerahasiaan data?
- Posisi finansial. Berapa pengeluaran bulananmu dan berapa tabungan yang ada? Hitungan lengkapnya dibahas di artikel kesiapan finansial.
Fase 2 (hari 31 sampai 60): Bagaimana membuat rencana belajar dan memilih skill yang relevan?
Pilih satu peran target dan dua sampai tiga skill utama untuknya, lalu kunci jadwal belajar di kalender seperti kamu mengunci rapat. Memilih terlalu banyak skill sekaligus membuat kamu menyelesaikan sedikit.
Tabel berikut memberi contoh pasangan peran dan skill awal. Isinya berasal dari kisaran peran entry-level yang dibahas di blog RSA, jadi sesuaikan dengan lowongan yang benar-benar kamu incar.
![]()
Susun belajarmu dalam blok mingguan. Contoh pola: minggu 5 dan 6 untuk skill pertama, minggu 7 untuk skill kedua, minggu 8 untuk menyusun dua sampai tiga sampel kerja dan CV versi remote. Daftar skill dasar dan tools yang umum dipakai ada di artikel Apa Saja Skill Dasar untuk Mulai Kerja Remote Tanpa Pengalaman? dan Tools Remote Worker yang Wajib Dikuasai. Gambaran peran yang permintaannya sedang naik ada di 10 Skill Remote yang Banyak Dibutuhkan di 2027.
Hasil fase 2: dua sampai tiga sampel kerja, satu CV versi remote, dan profil di platform kerja yang sudah terisi. Kalau kamu butuh bimbingan, RSA menyediakan recorded course yang cocok untuk pekerja penuh waktu karena bisa diakses kapan saja.
Fase 3 (hari 61 sampai 90): Bagaimana membangun pengalaman lewat proyek sampingan, simulasi kerja, atau freelance kecil?
Kerjakan minimal satu proyek nyata atau simulasi dengan masukan dari orang lain, karena sampel kerja belum cukup tanpa bukti bahwa seseorang pernah mengandalkan hasilmu. Ada tiga jalur yang bisa dipakai, dan kamu boleh menggabungkannya.
Jalur Cara kerjanya Cocok kalau
Proyek sampingan untuk orang terdekat Bantu teman atau pemilik usaha kecil mengelola WhatsApp, media sosial, atau data penjualannya Kamu belum punya klien dan butuh pengalaman pertama
Simulasi kerja Kerjakan tugas bergaya klien dengan brief, tenggat, dan umpan balik Kamu ingin berlatih komunikasi dan penanganan tugas sebelum klien sungguhan. RSA punya program AI Client Project untuk ini
Freelance skala kecil Ambil proyek berdurasi pendek di platform kerja atau lewat jaringan Kamu sudah punya sampel dan siap menghadapi klien nyata
Contoh dari alumni: Safitri Saraswati, yang kini menjadi Executive VA, menceritakan di beranda RSA bahwa ia mulai dari menangani WhatsApp dan media sosial milik temannya, lalu mendapat klien dari Perancis dan Amerika. Ia menyebut sekarang punya pengalaman yang cukup untuk siap resign dan bekerja remote penuh waktu. Polanya sama dengan jalur proyek sampingan di atas: mulai kecil, kumpulkan bukti, baru naik level.
Tiga aturan menjaga proyek sampingan tetap aman:
- Jangan pakai waktu, laptop, atau akun kantor untuk pekerjaan klien. Selain berisiko melanggar aturan, ini juga bisa merusak reputasimu di kedua tempat.
- Batasi jumlah klien supaya jam kerjamu tetap masuk akal. Satu sampai dua proyek kecil sudah cukup untuk menguji pasar.
- Catat hasilnya: jam yang dipakai, bayaran, dan masukan klien. Data ini yang kamu butuhkan di hari ke-90.
Kalau pekerjaan sampingan sudah menghasilkan uang, pastikan kamu memahami kewajiban pajaknya. Penghasilan freelance dari luar negeri tetap dilaporkan di SPT Tahunan, dan Ortax menjelaskan bahwa penghasilan seperti ini umumnya tidak dipotong pajak oleh klien di luar negeri. Konsultasikan ke konsultan pajak atau kantor pajak untuk kasusmu.
Bagaimana mengevaluasi kesiapan di hari ke-90 sebelum memutuskan resign?
Nilai kesiapanmu dengan skorkartu lima indikator: penghasilan sampingan, dana darurat, portofolio, klien berulang, dan kemampuan membagi jam kerja. Hasilnya mengarah ke tiga keputusan: siap resign, perpanjang 90 hari, atau pindah ke jalur paruh waktu.
Angka di tabel berikut berupa patokan saran dari kami tanpa status standar resmi. Sesuaikan dengan kondisi keluargamu.
![]()
Cara memakai hasilnya:
- Semua atau hampir semua indikator terpenuhi: kamu bisa mulai menyiapkan resign.
- Dua atau tiga indikator terpenuhi: perpanjang 90 hari dan fokus pada indikator yang belum terpenuhi.
- Kurang dari dua indikator terpenuhi: pertimbangkan model campuran, misalnya negosiasi jam kerja lebih fleksibel di kantor sambil menumbuhkan pekerjaan sampingan.
Kalau kamu memutuskan resign, ketahui aturan mainnya. Menurut PP No. 35 Tahun 2021 yang dirujuk hukumonline, pekerja yang mengundurkan diri atas kemauan sendiri harus mengajukan permohonan tertulis paling lambat 30 hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri, dan tetap menjalankan kewajiban sampai tanggal itu. Pekerja yang memenuhi syarat tersebut berhak atas uang penggantian hak, misalnya cuti tahunan yang belum diambil, dan uang pisah yang besarnya diatur dalam perjanjian kerja atau peraturan perusahaan. Perusahaan boleh menetapkan masa pemberitahuan yang lebih panjang dari 30 hari, jadi cek kontrakmu. Karena itu, hitung hari ke-90 plus masa pemberitahuan saat menyusun jadwal.
Risiko apa yang perlu diantisipasi selama masa transisi?
Risiko terbesarnya adalah kelelahan karena dua pekerjaan, konflik dengan aturan kantor, dan penghasilan sampingan yang tidak tercatat. Ketiganya bisa dikelola kalau dicek sejak awal.
- Kelelahan. Jadwalkan satu hari penuh tanpa kerja sampingan setiap minggu. Kalau kualitas kerja di kantor turun, kurangi beban proyek sebelum menambah klien.
- Konflik dengan aturan kantor. Ulangi pengecekan kontrak setiap kali pekerjaan sampingan berubah, misalnya saat klien baru berasal dari industri yang sama dengan kantormu.
- Pencatatan keuangan. Pisahkan rekening untuk penghasilan sampingan dan catat setiap pemasukan sejak proyek pertama. Catatan ini mempermudah pelaporan pajak dan perhitungan kesiapan finansial.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah bisa mulai kerja remote tanpa resign dari kantor?
Bisa. Banyak pekerja memulai dari proyek sampingan atau freelance kecil di luar jam kerja, lalu baru resign setelah penghasilan dan portofolio terbentuk. Pastikan kontrak kerjamu mengizinkan pekerjaan sampingan.
Berapa jam per minggu yang dibutuhkan untuk rencana 90 hari?
Sebagai patokan awal, 5 sampai 8 jam per minggu cukup untuk belajar dan membuat sampel kerja, dan kamu bisa menambahnya di fase 3 saat mulai mengerjakan proyek. Angka ini saran praktis dan perlu disesuaikan dengan jadwalmu.
Berapa penghasilan yang bisa diharapkan dari kerja remote di bulan-bulan pertama?
Tidak ada angka yang pasti. Menurut artikel RSA, kisaran entry-level sekitar Rp3 juta sampai Rp8 juta per bulan, dan pendapatan biasanya baru naik setelah 3 sampai 12 bulan. Penghasilanmu bergantung pada peran, klien, jam kerja, dan skill, jadi jangan menyusun rencana keuangan dari satu angka.
Apa yang terjadi kalau aku resign tanpa pemberitahuan 30 hari?
Menurut rujukan hukumonline atas PP 35/2021, pengunduran diri tanpa pemberitahuan tertulis 30 hari sebelumnya dianggap tidak memenuhi syarat, sehingga hak uang pisah bisa hilang. Cek kontrak dan hubungi HR untuk mengetahui ketentuan di perusahaanmu.
Apakah rencana ini cocok untuk ibu rumah tangga atau orang yang sedang cuti?
Kerangka yang sama bisa dipakai, dengan penyesuaian jam belajar. Artikel RSA Cara Kerja Online bagi Ibu Rumah Tangga membahas situasi pasca cuti melahirkan secara khusus.
Langkah berikutnya
Untuk menjalankan fase 2 sambil bekerja penuh waktu, lihat program RSA dan pilih recorded course yang bisa diakses kapan saja. Kalau targetmu menjadi virtual assistant, RSA membuka waitlist Super VA Bootcamp dengan magang berbayar 3 bulan, dan kamu bisa berlatih menangani tugas bergaya klien lewat AI Client Project.