fbpx

3 Manfaat Menjalankan Instagram, Facebook, dan Google Ads Secara Bersamaan

will francis r02wxT3 PYw unsplash scaled
Image souce: Unsplash

Indonesia adalah salah satu penyumbang pengguna media sosial terbesar di dunia. Tak heran, beriklan di Facebook dan Instagram merupakan hal yang sangat lazim dalam social media marketing di negara kita. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa, meskipun membuka Facebook atau Instagram adalah salah satu aktivitas sehari-hari kita, Google juga telah diintegrasikan ke dalam kehidupan, pikiran, dan, tentu saja, perilaku kita dalam mencari sesuatu di internet, menjadikannya pusat pencarian online terbesar saat ini.

Apa artinya ini? Dengan menjalankan campaign lintas platform, kamu akan mendapatkan banyak sekali keuntungan. Mari kita bahas beberapa di antaranya.

Latar Belakang

Sebelum kita mulai, penting untuk diketahui bahwa Facebook, Instagram, dan Google Ads menawarkan berbagai jenis konten berbayar untuk kepentingan beriklan. 

Seperti yang kita ketahui, Facebook dan Instagram akan meningkatkan digital presence di media sosial; pengguna tidak akan secara aktif mencari iklan kamu, jadi kamu lah yang mencari para pengguna tersebut. Itu sebabnya kita menyebut keduanya sebagai Paid Social. Kamu, sebagai marketer, membayar untuk meningkatkan digital presence di platform media sosial ini.

Sebaliknya, ketika pengguna mencari sesuatu yang spesifik di Google, mereka akan secara aktif mencari bisnis kamu. Oleh karena itu, menempatkan iklan di Google dikenal sebagai Pencarian Berbayar/ Paid Search atau SEA (Search Engine Advertising). Sebagai marketer, kamu membayar untuk meningkatkan digital presence di search engine seperti Google. 

Sekarang perbedaan antara kedua platform ini jelas, kita akan melanjutkan ke langkah berikutnya. Kami tidak hanya akan menggali keuntungan yang dibawa oleh iklan online, tetapi juga tiga manfaat menjalankan iklan Facebook, Instagram, dan Google secara bersamaan.

Keuntungan menjalankan Facebook, Instagram, dan Google Ads

Banyak marketer yang berfokus pada argumen: mana yang lebih baik? Di mana saya harus beriklan? Ya, memang penting untuk mengetahui platform mana yang membuahkan hasil terbanyak, tetapi, dengan memiliki iklan di ketiga platform ini dan dijalankan dengan bersamaan, hasil yang kamu dapatkan bisa jauh lebih tinggi dari ekspektasi.

Alasan utama untuk menjalankan iklan yang dioptimalkan penempatannya jelas: campaign tersebut terbukti mendorong lebih banyak hasil. Karena Facebook, Instagram, dan Google menawarkan pendekatan berbeda untuk pemasaran online, penargetan atau retargeting lintas platform memungkinkan kamu menjelajahi opsi yang lebih beragam.

Bagaimana caranya mendapatkan hasil maksimal dari Paid Social dan Paid Search? Nah, beberapa pendekatan yang tersedia adalah:

rahul chakraborty xsGxhtAsfSA unsplash scaled
Image source: Unsplash

  1. Jelajahi dan targetkan berbagai jenis/ persona audience

Audience kamu mungkin terdiri dari kelompok usia yang berbeda yang menentukan platform media sosial yang mereka gunakan. Instagram diakses oleh remaja dan dewasa muda. Facebook berada di urutan berikutnya, yang penggunanya sebagian besar terdiri dari orang dewasa. Sedangkan, orang-orang dari segala usia mencari di Google, tetapi orang-orang yang benar-benar berniat untuk membeli pada dasarnya adalah orang dewasa muda, dewasa, dan orang tua.

Jadi, bagaimana jika kamu menjual pakaian untuk segala usia? Dengan beriklan di Instagram dan Facebook, kamu dapat menargetkan orang yang lebih muda, berinteraksi dengan mereka, meningkatkan kesadaran merek kamu, dan akhirnya mendapatkan kepercayaan mereka. Di sisi lain, orang dewasa muda dan orang tua yang sudah settle akan mencari sesuatu secara online. Nah, targetkan mereka dengan menggunakan Google Ads, tetapkan kata kunci atau keywords yang sesuai, dan bantu bisnis kamu mendorong lebih banyak penjualan. Dalam sekejap mata, jangkauan kamu akan meningkat secara dramatis!

Tentu saja, kamu bisa melakukan ini hanya di Facebook dan Instagram. Tetapi, kekurangan dari tidak memakai Google Ads adalah kamu tidak akan mendapatkan manfaat dari Search Engine Advertising yang akan dibahas setelah ini.

2. Funnel: Tingkatkan traffic dengan Paid Social, dan penjualan dengan Paid Search

Menghasilkan traffic selalu terjadi sebelum mendorong penjualan, dan biasanya dilakukan dengan membuat beberapa jenis iklan di Facebook dan Instagram. Satu untuk meningkatkan traffic, satu untuk meningkatkan sales.

Tetapi ada opsi lain yang tersedia, yaitu membagi dua langkah funnel ini: gunakan Facebook dan Instagram untuk traffic dan Google untuk conversion atau penjualan. Dengan cara ini, kamu akan membuat iklan yang menarik di media sosial sehingga pelanggan kamu mengenal bisnis yang kamu jalankan, dan kemudian kamu akan fokus pada orang-orang yang benar-benar menelusuri produk kamu di Google. Contoh:

Bianca adalah remaja berusia dua puluh satu tahun yang tertarik dengan fashion, makeup , dan desain. Suatu hari, saat dia sedang browsing di ponselnya di Facebook, dia melihat video toko pakaian yang benar-benar cocok untuknya. Karena Bianca begitu tergiur dengan iklan tersebut, dia menonton videonya sampai selesai. Kemudian, karena retargeting, dia melihat iklan lain dari toko yang sama di Instagram Story dimana dia bisa engage secara langsung dengan bisnis tersebut!

Bianca sangat menyukai toko ini sehingga dia akhirnya memutuskan untuk membeli rok tersebut secara online. Itu sebabnya dia pergi ke Google dan mencari Female clothing online store Jakarta, berharap menemukan toko yang namanya tidak dia ingat. Berkat Google Ads, toko tersebut muncul pertama kali dalam daftar pencariannya di Google. Bianca mengakses website toko tersebut, mencari rok yang dia suka, dan akhirnya melakukan pembelian.


Ini adalah bagaimana retargeting lintas platform dapat secara substansial menguntungkan bisnis kamu. Facebook dan Instagram akan membantu users mengenal kamu, tetapi Google akan menyelesaikan prosesnya dengan membantu users menemukan kamu.

raychan tR QKDF xss unsplash scaled
Image source: Unsplash

3. Targetkan kebutuhan pelanggan yang berbeda: apa yang mereka inginkan dan apa yang mungkin mereka inginkan

Facebook dan Instagram Ads menemukan basisnya pada penargetan secara demografis dan minat: mereka akan menemukan kamu sehingga nanti kamu akan menemukan iklannya. Jadi, ketika menjalankan iklan di dua platform ini, kamu sebagai marketer akan ‘menebak’ apa yang diinginkan pengguna dengan memilih audiens Open Targeting. Ini berlaku jika kamu bertujuan untuk mengarahkan traffic ke website kamu. Dalam hal ini, kamu akan mengiklankan produk yang mungkin diinginkan audience kamu, karena mereka tidak secara aktif mencarinya. Ini akan memperluas audience kamu dan akan meningkatkan peluang target group kamu melakukan pembelian.

Tetapi fungsi Google berbeda. Karena pelanggan akan secara aktif mencari produk (baik milik kamu atau yang serupa), kamu akan menargetkan secara spesifik apa yang diinginkan pelanggan dengan input kata kunci yang tepat.

Dengan menjalankan iklan di Facebook, Instagram, dan Google secara bersamaan, kamu akan menikmati manfaat menargetkan apa yang diinginkan audience kamu dan apa yang mungkin mereka inginkan.

Apakah kamu tertarik untuk mempelajari ini semua dan mengaplikasikannya di bisnis kamu atau untuk klien kamu? Ikuti Ads Masterclass by Remote Skills Academy.

Johanes Raymond

Do you want the latest Future of Work articles straight into your inbox?

Related Articles

Phicha-1212-Edit-Phicha-Banjongjud
Phicha Banjongjud’s Reskill Story: From A Classroom Teacher To A Remote Worker

I used to live in Bangkok working as a teacher and living with my parents. When the pandemic hit, we were not allowed to teach …

Read More
IMG_4497
Pandemi Membuatku Berubah Haluan jadi Pekerja Remote di Industri Game

Tahun lalu, aku memutuskan untuk berhenti dari pekerjaanku. Ya, ini adalah sebuah keputusan yang sulit, karena aku harus memilih. Seandainya aku punya pilihan untuk bekerja …

Read More
paul-hanaoka-OTqCo3fdWyw-unsplash
Changing Your Career Or Industry During The Pandemic

The seemingly unending pandemic has made a great impact on our lives. From the way we meet up with friends to (yep, you’ve already guessed …

Read More
Do you want the latest Future of Work articles straight into your inbox?