fbpx

Cerita Upskill: Dari Personal Assistant Menjadi Virtual Assistant

Selama 5 tahun aku menjalani pekerjaan sebagai seorang Personal Assistant (PA) di sebuah klinik dental di Bali. Hari demi hari aku menjalani semua rutinitas sampai pada titik aku merasa bahwa pekerjaan ini tidak memberikan value yang aku harapkan, tidak ada work-life balance, sedangkan masih banyak yang ingin aku lakukan dalam hidup dan tentu, aku ingin belajar lagi. Oleh karena itu, akhirnya aku memutuskan untuk berhenti.

Regina VA scaled

Aku mengambil keputusan untuk cari kerja online dan mulai kerja dari rumah, namun pertanyaan yang muncul sekarang adalah, aku harus mulai dari mana? Dari Google, aku mencari banyak informasi tentang kerja part-time di rumah, kerja part-time online dan freelance di rumah. Dan satu waktu aku menemukan sebuah artikel yang membahas tentang pekerjaan freelance virtual assistant. Dengan pengalaman 5 tahun menjadi PA, tentu aku bisa melakukan ini juga. 

Dari platform Upwork, aku mendapatkan klien pertamaku sebagai seorang Virtual Assistant (VA). Tidak mudah, itu adalah yang bisa aku gambarkan bagaimana transisiku dari PA menjadi VA. Meski terdengar sama, tapi VA lebih dari sekedar PA, dan tidak adanya role model atau orang yang aku bisa tanya-tanya membuat semuanya sangat menantang. Akhirnya aku berhasil menyelesaika kontrakku dengan klien tersebut, dan aku memutuskan bahwa karir ini yang aku akan pilih sebagai karir digitalku. 

Aku ingin memperdalam kemampuanku sebagai seorang VA, aku merasa tidak puas dengan service yang aku berikan dengan klien sebelumnya. Yang aku lakukan adalah dengan mendaftar banyak kursus online dengan tujuan meng-upskill diriku sembari mencoba mencari klien baru. 

Pertengahan tahun 2020 aku melihat iklan Remote Skills Academy (RSA) untuk Virtual Assistance Course di Facebook, dan tanpa ragu lagi aku mendaftar. Tentu aku bisa belajar sendiri, tapi di RSA banyak sekali pelajaran baru yang aku dapat. Metode belajar yang terstruktur, mentor yang memang berpengalaman dalam hal remote working dan di kursus ini aku juga belajar bagaimana mengembangkan area service yang aku bisa berikan sebagai VA.

Sekarang aku menikmati buah dari keputusan berani yang aku ambil dengan meng-upskill diriku dari hanya sebagai seorang PA. Aku sekarang bekerja penuh waktu dari rumah sebagai seorang Virtual Assistant dan baru-baru ini aku mengembangkan service yang aku miliki sebagai seorang freelancer dengan menjadi web designer

Untuk kamu yang masih berjuang, tetap semangat untuk mendapatkan apa yang kalian ingin capai. Jangan pernah merasa puas sebelum mendapatkan apa yang ingin kalian cita-citakan dan tetaplah menambah ilmu, karena itu adalah yang utama untuk kita semua.

—–

Cerita di atas adalah #CeritaAlumni Regina Komsary, alumni Virtual Assistance Course Remote Skills Academy by Livit.

Mulailah karir kalian di dunia remote work sekarang. Virtual Assistance Recorded Online Course dari Remote Skills Academy sudah bisa dibeli disini.

Jika tertarik untuk memberikan beasiswa bagi anak muda Indonesia melalui Remote Skills Academy, anda bisa klik link ini.

Andriyan

Do you want the latest Future of Work articles straight into your inbox?

Related Articles

20210727_123714_770
Remote Learning: Belajar Online di Remote Skills Academy itu Seru! Kapan Saja dan di Mana Saja

Namaku Asy-syfaa Halimatusa’diah, dan aku selalu punya keinginan untuk berkarir sebagai seorang Digital Nomad. Sebulan yang lalu, aku memutuskan untuk mengikuti Virtual Assistance Recorded Online …

Read More
IMG_4497
Pandemi Membuatku Berubah Haluan jadi Pekerja Remote di Industri Game

Tahun lalu, aku memutuskan untuk berhenti dari pekerjaanku. Ya, ini adalah sebuah keputusan yang sulit, karena aku harus memilih. Seandainya aku punya pilihan untuk bekerja …

Read More
Do you want the latest Future of Work articles straight into your inbox?